“…He who relies on ALLAH, ALLAH is enough for him…”(65.3).
As we make our journey through life,
We build foundations to stand up high,
Knowing what is to come,
Waiting for judgement day,
Pleading ignorance to some,
We know that ain’t the way.
“…He who relies on ALLAH, ALLAH is enough for him…”(65.3).
We trip, we fall but that’s life in all,
We put faith in Allah, and stand up tall
We can’t give up and we don’t give in,
sebab judgement day is where it begins.
“…He who relies on ALLAH, ALLAH is enough for him…”(65.3).
Smiling can put a gleam in the heart,
We all shud find sum place to start,
Make it today not tomorrow,
This life of ours is only to borrow.
“…He who relies on ALLAH, ALLAH is enough for him…”(65.3).
Walking, talking, crying, trying,
Want to be on your own but that’s just lying,
Wherever you go, whatever you do,
No that Allah is always with you.
“…He who relies on ALLAH, ALLAH is enough for him…”(65.3).
Even when your left high and dry
Remember that Allah is always close by
If no ones there to be found
Remember Allah is always around
If you need sum one to hold or care
Be sure that Allah will always b there
“…He who relies on ALLAH, ALLAH is enough for him…”(65.3).
We struggle We battle to stay on our feet
sebab in eternal paradise we want our seat
We tolerate and liberate at times with low Self-Esteem
However, he who relies on Allah, Allah is enough for him.
(Al-Muslimah) Ruhana Begum Ullah
(24th August 2003)
Sumber : Hidayahnet yahoogroup
“…He who relies on ALLAH, ALLAH is enough for him…”
Posted in ~Renungan Berasama~ on 2:41 PM by Nur CahayaKisah Wanita yang Selalu Berbicara dengan Al-Quran
Posted in ~Renungan Berasama~ on 2:21 PM by Nur Cahaya
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala :
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.
Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Abdullah : "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh."
Wanita tua :
"Salaamun qoulan min robbi rohiim." (QS. Yaasin : 58)
("Salam sebagai ucapan dari Tuhan maha kasih")
Abdullah : "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?"
Wanita tua :
"Wa man yudhlilillahu nothing lah hadiyalahu." (QS : Al-A'raf : 186 )
("Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya")
Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.
Abdullah : "Kemana anda hendak pergi?"
Wanita tua :
"Subhanalladzi asra bi 'abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa." (QS. Al-Isra' : 1)
("Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa")
Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.
Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini?"
Wanita tua :
"Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10)
("Selama tiga malam dalam keadaan sihat")
Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?"
Wanita tua :
"Huwa yut'imuni wa yasqiin." (QS. As-syu'ara' : 79)
("Dialah pemberi saya makan dan minum")
Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu?"
Wanita tua :
"nothing in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban" (QS. Al-Maidah : 6)
("Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih")
Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mahu menikmatinya?"
Wanita tua :
"Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil." (QS. Al-Baqarah : 187)
("Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam")
Abdullah : "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?"
Wanita tua :
"Wa man tathawwa'a khairon nothing innallaaha syaakirun 'aliim." (QS. Al-Baqarah : 158)
("Barang siapa melakukan sunnah lebih baik")
Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?"
Wanita tua :
"Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun." (QS. Al-Baqarah : 184)
("Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui")
Abdullah : "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?"
Wanita tua :
"Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun 'atiid." (QS. Qaf : 18)
("Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid")
Abdullah : "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?"
Wanita tua :
"Wa lah taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam'a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana 'anhu mas'ula." (QS. Al-Isra' : 36)
("Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan")
Abdullah : "Saya telah berbuat salah, maafkan saya."
Wanita tua :
"lah tastriiba 'alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum." (QS.Yusuf : 92)
("Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu")
Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan."
Wanita tua :
"Wa maa taf'alu min khoirin ya'lamhullah." (QS Al-Baqoroh : 197)
("Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya")
Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :
Wanita tua :
"Qul lil mu'miniina yaghdudhu min abshoorihim." (QS. An-Nur : 30)
("Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka")
Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap :
Wanita tua :
"Wa maa ashobakum min mushibatin nothing bimaa kasabat aidiikum." (QS. Asy-Syura' 30)
("Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri")
Abdullah : "Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu."
Wanita tua :
"nothing fahhamnaaha sulaiman." (QS. Anbiya' 79)
("Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman")
Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.
Abdullah : "Silahkan naik sekarang."
Wanita tua :
"Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun." (QS. Az-Zukhruf : 13-14)
("Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami")
Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita itu berkata :
Wanita tua :
"Waqshid fi masyika waghdud min shoutik" (QS. Lukman : 19)
("Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu")
Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair,
Wanita tua itu berucap :
Wanita tua :
"Faqraa-u maa tayassara minal qur'aan" (QS. Al- Muzammil : 20)
("Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an")
Abdullah : "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak."
Wanita tua :
"Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab." (QS Al-Baqoroh : 269)
("Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu")
Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.
Abdullah : "Apakah anda mempunyai suami?"
Wanita tua :
"lah tas-alu 'an asy ya-a in tubda lakum tasu'kum" (QS. Al-Maidah : 101)
("Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu")
Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.
Abdullah : "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?"
Wanita tua :
"Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya." (QS. Al-Kahfi : 46)
("Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia")
Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.
Abdullah : "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?"
Wanita tua :
"Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun" (QS. An-Nahl : 16)
("Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk")
Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.
Abdullah : "Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?"
Wanita tua :
"Wattakhodzallahu ibrohima khalilan" (QS. An-Nisa' : 125)
("Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi")
"Wakallamahu musa takliima" (QS. An-Nisa' : 146)
("Dan Allah berkata-kata kepada Musa")
"Ya yahya khudil kitaaba biquwwah" (QS. Maryam : 12)
("Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh")
Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.
Wanita tua :
"Fab'atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho'aaman fal ya'tikum bi rizkin minhu." (QS. Al-Kahfi : 19)
("Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu")
Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :
Wanita tua :
"Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah" (QS. Al-Haqqah : 24)
("Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu")
Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. saya belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya."
Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :
"Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, karena kuatir salah bicara."
Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :
"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim." (QS. Al-Hadid : 21)
("Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar")
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.
Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Abdullah : "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh."
Wanita tua :
"Salaamun qoulan min robbi rohiim." (QS. Yaasin : 58)
("Salam sebagai ucapan dari Tuhan maha kasih")
Abdullah : "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?"
Wanita tua :
"Wa man yudhlilillahu nothing lah hadiyalahu." (QS : Al-A'raf : 186 )
("Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya")
Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.
Abdullah : "Kemana anda hendak pergi?"
Wanita tua :
"Subhanalladzi asra bi 'abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa." (QS. Al-Isra' : 1)
("Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa")
Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.
Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini?"
Wanita tua :
"Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10)
("Selama tiga malam dalam keadaan sihat")
Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?"
Wanita tua :
"Huwa yut'imuni wa yasqiin." (QS. As-syu'ara' : 79)
("Dialah pemberi saya makan dan minum")
Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu?"
Wanita tua :
"nothing in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban" (QS. Al-Maidah : 6)
("Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih")
Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mahu menikmatinya?"
Wanita tua :
"Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil." (QS. Al-Baqarah : 187)
("Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam")
Abdullah : "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?"
Wanita tua :
"Wa man tathawwa'a khairon nothing innallaaha syaakirun 'aliim." (QS. Al-Baqarah : 158)
("Barang siapa melakukan sunnah lebih baik")
Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?"
Wanita tua :
"Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun." (QS. Al-Baqarah : 184)
("Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui")
Abdullah : "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?"
Wanita tua :
"Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun 'atiid." (QS. Qaf : 18)
("Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid")
Abdullah : "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?"
Wanita tua :
"Wa lah taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam'a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana 'anhu mas'ula." (QS. Al-Isra' : 36)
("Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan")
Abdullah : "Saya telah berbuat salah, maafkan saya."
Wanita tua :
"lah tastriiba 'alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum." (QS.Yusuf : 92)
("Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu")
Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan."
Wanita tua :
"Wa maa taf'alu min khoirin ya'lamhullah." (QS Al-Baqoroh : 197)
("Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya")
Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :
Wanita tua :
"Qul lil mu'miniina yaghdudhu min abshoorihim." (QS. An-Nur : 30)
("Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka")
Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap :
Wanita tua :
"Wa maa ashobakum min mushibatin nothing bimaa kasabat aidiikum." (QS. Asy-Syura' 30)
("Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri")
Abdullah : "Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu."
Wanita tua :
"nothing fahhamnaaha sulaiman." (QS. Anbiya' 79)
("Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman")
Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.
Abdullah : "Silahkan naik sekarang."
Wanita tua :
"Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun." (QS. Az-Zukhruf : 13-14)
("Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami")
Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita itu berkata :
Wanita tua :
"Waqshid fi masyika waghdud min shoutik" (QS. Lukman : 19)
("Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu")
Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair,
Wanita tua itu berucap :
Wanita tua :
"Faqraa-u maa tayassara minal qur'aan" (QS. Al- Muzammil : 20)
("Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an")
Abdullah : "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak."
Wanita tua :
"Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab." (QS Al-Baqoroh : 269)
("Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu")
Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.
Abdullah : "Apakah anda mempunyai suami?"
Wanita tua :
"lah tas-alu 'an asy ya-a in tubda lakum tasu'kum" (QS. Al-Maidah : 101)
("Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu")
Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.
Abdullah : "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?"
Wanita tua :
"Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya." (QS. Al-Kahfi : 46)
("Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia")
Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.
Abdullah : "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?"
Wanita tua :
"Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun" (QS. An-Nahl : 16)
("Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk")
Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.
Abdullah : "Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?"
Wanita tua :
"Wattakhodzallahu ibrohima khalilan" (QS. An-Nisa' : 125)
("Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi")
"Wakallamahu musa takliima" (QS. An-Nisa' : 146)
("Dan Allah berkata-kata kepada Musa")
"Ya yahya khudil kitaaba biquwwah" (QS. Maryam : 12)
("Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh")
Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.
Wanita tua :
"Fab'atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho'aaman fal ya'tikum bi rizkin minhu." (QS. Al-Kahfi : 19)
("Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu")
Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :
Wanita tua :
"Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah" (QS. Al-Haqqah : 24)
("Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu")
Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. saya belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya."
Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :
"Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, karena kuatir salah bicara."
Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :
"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim." (QS. Al-Hadid : 21)
("Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar")
My Final Semester at Campus
Posted in ~The Colourful Life of Mine~ on 2:42 AM by Nur Cahaya
Pejam celik, pejam celik, dah nak habis pun balajar di UiTM terchenta. huhu.. Skarang dah sem 5. Means, this is my last sem to be here. Semester depan dah praktikal. Then, gradddddd!!!! owhhh..tak sabarnya.. hehehe..
Semester ni agak busy. Malah paling sibuk antara semua semester. Mujur dah buat intersesi sem lepas. Tak la beban sangat. Sem ni tak pegi holiday mana-mana pun. Selalunya setiap sem, mesti holiday dengan Hanim. My choice, Lost World of Tambun. Seribu satu kenangan. Tempat pertama dan terakhir. Huhu.. Tapi nanti kalau holiday pun, nak tukar tempat lah. Maybe ke Melaka pulak.
Tapi, cadang-cadang, habis final exam nanti nak ke Larut, Taiping. Nak mein ATV. Best! Dah ada geng nak temankan. heheheh.. yang nak ikut sama pun ada jugak. Lagi ramai, lagi meriah,kan. heh.
Perak.Perak.Perak. Tak dak tempat lain ka? huhu..nak buat macam mana..dah terpikat kat situ ja..
Tambah pulak, Makcik Nora asyik tanya bila nak p sana..berlawan mengajak la kami dua. heh.
Tu pun masih dalam pertimbangan. Bukan tak nak jumpa makcik Nora lagi, tapi bila fikirkan, segan sangat. Ya lah. Pakcik tu dah la dah buang diri ni. Entahnya, sebelah mata pun takkan tengok. Kalau dia tau, apa pulak yang dia cakap nanti. Kalau kena hina lagi macam mana? Aduhhh..pening2. Tapi insya Allah..satu hari nanti sampai jugak. Tambah pulak Makcik Nora bagi kata perangsang. Didoakan saya dapat kerja di sana. Katanya nanti dapat lah kerap berjumpa. Boleh kirim2 masakan. huhu.. Insya Allah..
Makcik jangan la marahkan si pakcik tu ye. Hati dan perasaan tak boleh dipaksa. Kalau dah itu pilihan dia, haaa..makcik ada la teman nanti. hehehe..Dia dah besar,makcik..Biar dia belajar dengan pengalaman hidup. Pengalaman tu satu pengajaran yg sangat berkesan. heh.
owh. Back to my topic. Heh. Banyak jugak plan dalam otak ni. Almaklumlah..dah nak habis. Macam2 fikir apa nak dibuat. Siap berangan nak beli kereta dah ni. Hahahahah..Ok la tu..perangsang untuk saya bekerja kuat nanti. Alang2 masih belum ada komitmen, inilah masanya mengumpul harta buat bekalan di masa akan datang. Cewah!!
Mama suruh sambung master lepas ni. Kan best kalau dapat sambung di oversea..dapat jugak cari pengalaman di negara orang. Mungkin dapat tolong sembuhkan luka di hati. Who knows? heheh.. Tapi sebelum tu mesti la nak kerja dulu..biar ada pengalaman lebih sikit.
Aissshhhh..ni dah berangan lebih ni.huhu.. Ehh..bukan berangan,ok. Ni adalah penetapan matlamat. Satu impian. Mudah2an menjadi kenyataan hendaknya. heheh..
Semester ni agak busy. Malah paling sibuk antara semua semester. Mujur dah buat intersesi sem lepas. Tak la beban sangat. Sem ni tak pegi holiday mana-mana pun. Selalunya setiap sem, mesti holiday dengan Hanim. My choice, Lost World of Tambun. Seribu satu kenangan. Tempat pertama dan terakhir. Huhu.. Tapi nanti kalau holiday pun, nak tukar tempat lah. Maybe ke Melaka pulak.
Tapi, cadang-cadang, habis final exam nanti nak ke Larut, Taiping. Nak mein ATV. Best! Dah ada geng nak temankan. heheheh.. yang nak ikut sama pun ada jugak. Lagi ramai, lagi meriah,kan. heh.
Perak.Perak.Perak. Tak dak tempat lain ka? huhu..nak buat macam mana..dah terpikat kat situ ja..
Tambah pulak, Makcik Nora asyik tanya bila nak p sana..berlawan mengajak la kami dua. heh.
Tu pun masih dalam pertimbangan. Bukan tak nak jumpa makcik Nora lagi, tapi bila fikirkan, segan sangat. Ya lah. Pakcik tu dah la dah buang diri ni. Entahnya, sebelah mata pun takkan tengok. Kalau dia tau, apa pulak yang dia cakap nanti. Kalau kena hina lagi macam mana? Aduhhh..pening2. Tapi insya Allah..satu hari nanti sampai jugak. Tambah pulak Makcik Nora bagi kata perangsang. Didoakan saya dapat kerja di sana. Katanya nanti dapat lah kerap berjumpa. Boleh kirim2 masakan. huhu.. Insya Allah..
Makcik jangan la marahkan si pakcik tu ye. Hati dan perasaan tak boleh dipaksa. Kalau dah itu pilihan dia, haaa..makcik ada la teman nanti. hehehe..Dia dah besar,makcik..Biar dia belajar dengan pengalaman hidup. Pengalaman tu satu pengajaran yg sangat berkesan. heh.
owh. Back to my topic. Heh. Banyak jugak plan dalam otak ni. Almaklumlah..dah nak habis. Macam2 fikir apa nak dibuat. Siap berangan nak beli kereta dah ni. Hahahahah..Ok la tu..perangsang untuk saya bekerja kuat nanti. Alang2 masih belum ada komitmen, inilah masanya mengumpul harta buat bekalan di masa akan datang. Cewah!!
Mama suruh sambung master lepas ni. Kan best kalau dapat sambung di oversea..dapat jugak cari pengalaman di negara orang. Mungkin dapat tolong sembuhkan luka di hati. Who knows? heheh.. Tapi sebelum tu mesti la nak kerja dulu..biar ada pengalaman lebih sikit.
Aissshhhh..ni dah berangan lebih ni.huhu.. Ehh..bukan berangan,ok. Ni adalah penetapan matlamat. Satu impian. Mudah2an menjadi kenyataan hendaknya. heheh..
Damai yang Hilang..
Posted in ~The Colourful Life of Mine~ on 11:39 AM by Nur Cahaya
Aduhhhh..penatnya saya karang panjang2 post ni pagi tadi. Tu la padahnya online via handphone dalam bilik. Last2 papa tutup wimax, hilang habis ape yang ditulis. wawawawawa!!!
Sejak kebelakangan ni, jiwa ni rasa tak tenteram. Resah pulak. Mungkinkah Allah nak uji saya lagi? Oh tidak..Jangan..Tak sanggup lagi nak jadi seperti dulu. Sunnguh saya tak sanggup lagi. Hidup sekarang lebih tenang dan lebih mendamaikan. Jangan biarkan damai itu hilang lagi..
Kenapa ya? Semalam agak awal juga saya tidur. Pada mulanya berazam nak study Strategic Management. Ahhhh..membaca! Bosan! Tapi dipaksakan jugak. Baru beberapa baris dibaca, otak tak dapat nak tumpu perhatian. Masih lagi terfikirkan perkara tu. Urgghhh...!!! Benci!!! Mulalah ligat fikiran ni fikir macam2 especially kenangan silam yang banyak mengguris hati dan perasaan ni. Tatkala diri ni dah dapat terima kenyataan, mengapa masih perlu lagi wujud semua tu di fikiran? saya selalu tertanya2 tentang itu dalam hati. Dalam doa juga tak pernah ketinggalan. Mengapa Allah masih uji saya dengan semua ni sedangkan saya benci bila lemah dengan perasaan. Biarlah saya lemah dan lemas dalam cinta yang Maha Esa. Taknak buang masa lagi, saya ambil keputusan untuk tidur. Lebih baik tidur dari memikirkan perkara yang bukan2 dan tak dapat tumpu perhatian.
Alarm saya setkan pukul 2 pagi. Dalam hati dah niatkan, bangun saja, mesti solat sunat dan baca al-Quran. Biar datang ketenangan jiwa yang hilang tu. Tempat tidur langsung tak dipedulikan. Sekujur tubuh ini saya biarkan terdampar di atas lantai jubin yang dingin. Biar mudah saya bangun nanti. Jam 2 pagi, saya dikejutkan dengan bunyi alarm yang saya setkan tadi. Ada saja hasutan dalam hati ni nak larang dari bangun. Namun dikuatkan jua semangat ni. Usai solat sunat dan membaca Al-Quran, saya menadah tangan kelangit meminta padaNYA. Banyak yang saya doakan. Mudah-mudahan doa saya dimakbulkan berkat keheningan malam Ramadahan ini.
Telekung masih lagi tak ditanggalkan. Al-Quran masih didada. Kejap. Terlintas difikiran tentang satu perkara. Sayu hati ni bila terfikirkannya. Dulu, ada saja yang mengejutkan diri ni bangun tahajjud di tengah malam. Kalau bukan dia, saya yang akan ambil giliran untuk kejutkannya. Dikala diri ini terasa terlalu berdosa, kami selalu ingatkan diri masing2 dan selalu sepakat untuk bangun bersama. Indahnya waktu itu. Biarpun berjauhan, ketenangan itu tetap ada. Sayu hati ini bila teringatkan kesungguhannya mendidik saya biarpun dari jauh. Jujur saya katakan, tak pernah ada seorang sahabat yang saya kenali yang cuba lakukan seperti yang dia lakukan. Syukur kehadrat Illahi kerana temukan saya dengannya.
Namun, itu semua dulu..sekarang tidak lagi. Sedih juga bila terkenangkan dia dah banyak berubah. Walaupun tak lagi bersama, kerisauan terhadapnya masih ada. Entah kenapa, yang satu ini, Allah taknak bantu saya untuk hilangkannya. Agak rimas juga. Ialah. Dah tiada apa antara kami. Dia pula langsung tak ambil peduli. Rasanya kalau bertemu sekalipun, sebelah mata pun takkan dipandang wajah ni. Tambahan pula dia dah ada pengganti yang baru.
Semua kenangan tu menjengah lagi. Teringat setiap kata-katanya. Rayuan, janji-janji, pendirian, dan tak terlepas juga hinaan. Rayuan, terkejut saya ditengah malam satu ketika saya dikejutkannya semata-mata merayu supaya tak ditinggalkan. Dan sampai sekarang saya masih berpegang pada janji untuk tak tinggalkannya. Janji-janji pula, banyak yang ditaburkan. Berajnji untuk setia. Ah. Lelaki. Susah amat nak temui lelaki yang dapat penuhi janji sebegitu. Pendirian? Pendiriannya adalah untuk tak bercinta lagi. Biar cinta itu datang dan disusuli dengan nikah. BUkan di masa sedang bertempur di medan perang menara gading ini. Terlaksanakah? Mesti lah tidak. Dan hinaan, iini lah yang paling saya ingati dan menjadi penguat semangat saya untuk teruskan kehidupan tanpa dia di sisi. Disebabkan mengenali saya, hidupnya rosak. Dia gagal berubah jadi baik, taubat sia-sia. Dan perempuan hanya membawa celaka dalam hidupnya. Astaghfirullahal'azimm...Istighfar saya dalam hati. Saya tahu dan saya kenal amat dirinya. Selalu saja bercakap tanpa memikirkan akibat yang mendatang bila terlalu marah. Tapi, kalau sekali, mungkin saya dapat terima. Bila masuk kali kedua, saya yakin, itulah yang sebenarnya tersirat dalam hatinya. Bagai nak mengalir air mata mengenangkan peristiwa tersebut. Mudahnya...setelah berjaya melangkah ke menara gading, mudahnya dia berubah dengan sebgitu cepat. Mudahnya dia lupakan semuanya. Sedangkan dulu, ya Allah..hanya Tuhan yang tahu betapa sabarnya saya menghadapi kerenahnya. Saya kasihan, dia banyak diuji Allah. Namun tak pernah lekang untuk memberi semangat. Saya selalu ingatkannya tentang nasihat yang dia berikan pada saya. Untuk berjihad di jalan Allah, bukanlah mudah. Sukar amat. Untuk itu, Allah uji istiqamah setiap hambaNYA.
hurmmm...lamunan saya terhenti disitu. Tak nak lagi fikirkan. Cukuplah dengan doa yang telah saya panjatkan untuknya. Untuk seorang onsan yang pernah membawa cahaya dalam diri ni. Sekarang pun dia dah ada pengganti. Kerisauan masih ada tatkala bila saya ikuti perkembangannya, saya lihat kadangkala dia leka dan lalai dengan dunia. Doa saya, mudah2an Allah sedarkan dia dari kelalaian yang akan membawa masalah pada dirinya kemudian hari. Semoga Allah lindungi dia. Semoga Allah teguhkan imannya menghadapi dugaan hidup di dunia. semoga dia terus menjadi mujahid sejati. PELINDUNG AGAMA....amin ya rabbal 'alaminn..
Al-Quran disimpan, telekung dilipat. Sedia menanti nota Strategic Management. Semangat yang hilang kembali semula. Alhamdulillah..saya teruskan perancangan saya untuk pagi itu. Syukur padaMU ya Allah..tetapkanlah hatiku dalam keimanan. Jauhkan aku dari kelalaian duniawi. Biar tiada siapa bersamaku, asalakn aku tahu Engkau ada bersamaku..
Sejak kebelakangan ni, jiwa ni rasa tak tenteram. Resah pulak. Mungkinkah Allah nak uji saya lagi? Oh tidak..Jangan..Tak sanggup lagi nak jadi seperti dulu. Sunnguh saya tak sanggup lagi. Hidup sekarang lebih tenang dan lebih mendamaikan. Jangan biarkan damai itu hilang lagi..
Kenapa ya? Semalam agak awal juga saya tidur. Pada mulanya berazam nak study Strategic Management. Ahhhh..membaca! Bosan! Tapi dipaksakan jugak. Baru beberapa baris dibaca, otak tak dapat nak tumpu perhatian. Masih lagi terfikirkan perkara tu. Urgghhh...!!! Benci!!! Mulalah ligat fikiran ni fikir macam2 especially kenangan silam yang banyak mengguris hati dan perasaan ni. Tatkala diri ni dah dapat terima kenyataan, mengapa masih perlu lagi wujud semua tu di fikiran? saya selalu tertanya2 tentang itu dalam hati. Dalam doa juga tak pernah ketinggalan. Mengapa Allah masih uji saya dengan semua ni sedangkan saya benci bila lemah dengan perasaan. Biarlah saya lemah dan lemas dalam cinta yang Maha Esa. Taknak buang masa lagi, saya ambil keputusan untuk tidur. Lebih baik tidur dari memikirkan perkara yang bukan2 dan tak dapat tumpu perhatian.
Alarm saya setkan pukul 2 pagi. Dalam hati dah niatkan, bangun saja, mesti solat sunat dan baca al-Quran. Biar datang ketenangan jiwa yang hilang tu. Tempat tidur langsung tak dipedulikan. Sekujur tubuh ini saya biarkan terdampar di atas lantai jubin yang dingin. Biar mudah saya bangun nanti. Jam 2 pagi, saya dikejutkan dengan bunyi alarm yang saya setkan tadi. Ada saja hasutan dalam hati ni nak larang dari bangun. Namun dikuatkan jua semangat ni. Usai solat sunat dan membaca Al-Quran, saya menadah tangan kelangit meminta padaNYA. Banyak yang saya doakan. Mudah-mudahan doa saya dimakbulkan berkat keheningan malam Ramadahan ini.
Telekung masih lagi tak ditanggalkan. Al-Quran masih didada. Kejap. Terlintas difikiran tentang satu perkara. Sayu hati ni bila terfikirkannya. Dulu, ada saja yang mengejutkan diri ni bangun tahajjud di tengah malam. Kalau bukan dia, saya yang akan ambil giliran untuk kejutkannya. Dikala diri ini terasa terlalu berdosa, kami selalu ingatkan diri masing2 dan selalu sepakat untuk bangun bersama. Indahnya waktu itu. Biarpun berjauhan, ketenangan itu tetap ada. Sayu hati ini bila teringatkan kesungguhannya mendidik saya biarpun dari jauh. Jujur saya katakan, tak pernah ada seorang sahabat yang saya kenali yang cuba lakukan seperti yang dia lakukan. Syukur kehadrat Illahi kerana temukan saya dengannya.
Namun, itu semua dulu..sekarang tidak lagi. Sedih juga bila terkenangkan dia dah banyak berubah. Walaupun tak lagi bersama, kerisauan terhadapnya masih ada. Entah kenapa, yang satu ini, Allah taknak bantu saya untuk hilangkannya. Agak rimas juga. Ialah. Dah tiada apa antara kami. Dia pula langsung tak ambil peduli. Rasanya kalau bertemu sekalipun, sebelah mata pun takkan dipandang wajah ni. Tambahan pula dia dah ada pengganti yang baru.
Semua kenangan tu menjengah lagi. Teringat setiap kata-katanya. Rayuan, janji-janji, pendirian, dan tak terlepas juga hinaan. Rayuan, terkejut saya ditengah malam satu ketika saya dikejutkannya semata-mata merayu supaya tak ditinggalkan. Dan sampai sekarang saya masih berpegang pada janji untuk tak tinggalkannya. Janji-janji pula, banyak yang ditaburkan. Berajnji untuk setia. Ah. Lelaki. Susah amat nak temui lelaki yang dapat penuhi janji sebegitu. Pendirian? Pendiriannya adalah untuk tak bercinta lagi. Biar cinta itu datang dan disusuli dengan nikah. BUkan di masa sedang bertempur di medan perang menara gading ini. Terlaksanakah? Mesti lah tidak. Dan hinaan, iini lah yang paling saya ingati dan menjadi penguat semangat saya untuk teruskan kehidupan tanpa dia di sisi. Disebabkan mengenali saya, hidupnya rosak. Dia gagal berubah jadi baik, taubat sia-sia. Dan perempuan hanya membawa celaka dalam hidupnya. Astaghfirullahal'azimm...Istighfar saya dalam hati. Saya tahu dan saya kenal amat dirinya. Selalu saja bercakap tanpa memikirkan akibat yang mendatang bila terlalu marah. Tapi, kalau sekali, mungkin saya dapat terima. Bila masuk kali kedua, saya yakin, itulah yang sebenarnya tersirat dalam hatinya. Bagai nak mengalir air mata mengenangkan peristiwa tersebut. Mudahnya...setelah berjaya melangkah ke menara gading, mudahnya dia berubah dengan sebgitu cepat. Mudahnya dia lupakan semuanya. Sedangkan dulu, ya Allah..hanya Tuhan yang tahu betapa sabarnya saya menghadapi kerenahnya. Saya kasihan, dia banyak diuji Allah. Namun tak pernah lekang untuk memberi semangat. Saya selalu ingatkannya tentang nasihat yang dia berikan pada saya. Untuk berjihad di jalan Allah, bukanlah mudah. Sukar amat. Untuk itu, Allah uji istiqamah setiap hambaNYA.
hurmmm...lamunan saya terhenti disitu. Tak nak lagi fikirkan. Cukuplah dengan doa yang telah saya panjatkan untuknya. Untuk seorang onsan yang pernah membawa cahaya dalam diri ni. Sekarang pun dia dah ada pengganti. Kerisauan masih ada tatkala bila saya ikuti perkembangannya, saya lihat kadangkala dia leka dan lalai dengan dunia. Doa saya, mudah2an Allah sedarkan dia dari kelalaian yang akan membawa masalah pada dirinya kemudian hari. Semoga Allah lindungi dia. Semoga Allah teguhkan imannya menghadapi dugaan hidup di dunia. semoga dia terus menjadi mujahid sejati. PELINDUNG AGAMA....amin ya rabbal 'alaminn..
Al-Quran disimpan, telekung dilipat. Sedia menanti nota Strategic Management. Semangat yang hilang kembali semula. Alhamdulillah..saya teruskan perancangan saya untuk pagi itu. Syukur padaMU ya Allah..tetapkanlah hatiku dalam keimanan. Jauhkan aku dari kelalaian duniawi. Biar tiada siapa bersamaku, asalakn aku tahu Engkau ada bersamaku..
you belong with me by Taylor Swift
Posted in ~My Favourite Songs~ on 1:18 PM by Nur Cahaya
You're on the phone with your girlfriend
shes upset.
Shes going off about something that you said
'Cuz she doesn't, get your humor like I do...
I'm in the room
It's a typical Tuesday night
I'm listening to the kind of music she doesn't like
and she'll never know your story like i do
But she wears short skirts
I wear T-shirts
She's cheer captain
And I'm on the bleachers
Dreaming about the day when you wake up
And find what you're looking for has been here the whole time
If you could see that I'm the one who understands you
been here all along so why can't you see, you
You belong with me
You belong with me
Walkin' the streets with you and your worn-out jeans
I can't help thinking this is how it ought to be
Laughing on a park bench, thinking to myself
Hey isn't this easy
And you've got a smile that could light up this whole town
I haven't seen it in a while since she brought you down
You say you're fine
I know you better then that
Hey whatcha doing with a girl like that
She wears high heels
I wear sneakers
Shes cheer captain and
I'm on the bleachers
Dreaming about the day when you wake up and find
That what you're looking for has been here the whole time
If you could see that I'm the one who understands you
Been here all along so why can't you see
You belong with me
Standing by and waiting at your back door
all this time how could you not know
Baby....
You belong with me
You belong with me
Oh
I remember you drivin' to my house in the middle of the night
I'm the one who makes you laugh
When you know you're about to cry
And i know your favorite songs
And you tell me about your dreams
Think I know where you belong
Think I know it's with me...
Can't you see that I'm the one who understands you
Been here all along
So why can't you see
You belong with me
Standing by and waiting at your back door
All this time
How could you not know
Baby you belong with me
You belong with me
You belong with me
Have you ever thought just maybe
you belong with me
You belong with me...
shes upset.
Shes going off about something that you said
'Cuz she doesn't, get your humor like I do...
I'm in the room
It's a typical Tuesday night
I'm listening to the kind of music she doesn't like
and she'll never know your story like i do
But she wears short skirts
I wear T-shirts
She's cheer captain
And I'm on the bleachers
Dreaming about the day when you wake up
And find what you're looking for has been here the whole time
If you could see that I'm the one who understands you
been here all along so why can't you see, you
You belong with me
You belong with me
Walkin' the streets with you and your worn-out jeans
I can't help thinking this is how it ought to be
Laughing on a park bench, thinking to myself
Hey isn't this easy
And you've got a smile that could light up this whole town
I haven't seen it in a while since she brought you down
You say you're fine
I know you better then that
Hey whatcha doing with a girl like that
She wears high heels
I wear sneakers
Shes cheer captain and
I'm on the bleachers
Dreaming about the day when you wake up and find
That what you're looking for has been here the whole time
If you could see that I'm the one who understands you
Been here all along so why can't you see
You belong with me
Standing by and waiting at your back door
all this time how could you not know
Baby....
You belong with me
You belong with me
Oh
I remember you drivin' to my house in the middle of the night
I'm the one who makes you laugh
When you know you're about to cry
And i know your favorite songs
And you tell me about your dreams
Think I know where you belong
Think I know it's with me...
Can't you see that I'm the one who understands you
Been here all along
So why can't you see
You belong with me
Standing by and waiting at your back door
All this time
How could you not know
Baby you belong with me
You belong with me
You belong with me
Have you ever thought just maybe
you belong with me
You belong with me...
soooo...miserable...
Posted in ~The Colourful Life of Mine~ on 8:18 PM by Nur Cahaya
life is sooooo...miserable.
miserable when i start thinking bout d past..
all the things that ever make me smile, cry, laugh, sad, and happy.
whenever i'm sad, i tried so hard for not to cry..
but smtimes,i can't. myb i'm stronger now..but not too strong to vanish all the memories..cz it involves evrytg and evrbdy...
but,hey! it's just smtimes,ok. Not everyday, not everytime. I have my own life too. my life which is more precious than wasting time to think bout the past. Life must goes on. Cheer up,Kiki!!!! yeah!!
---penguat semangat untuk diri sendiri.huhu..---
miserable when i start thinking bout d past..
all the things that ever make me smile, cry, laugh, sad, and happy.
whenever i'm sad, i tried so hard for not to cry..
but smtimes,i can't. myb i'm stronger now..but not too strong to vanish all the memories..cz it involves evrytg and evrbdy...
but,hey! it's just smtimes,ok. Not everyday, not everytime. I have my own life too. my life which is more precious than wasting time to think bout the past. Life must goes on. Cheer up,Kiki!!!! yeah!!
---penguat semangat untuk diri sendiri.huhu..---
-Langkawi- (samb.)
Posted in ~The Colourful Life of Mine~ on 7:42 PM by Nur Cahaya
1754hrs
leteynya..terjaga dari tido. kak fizah dan kak ayu tengah siap-siap nak p pantai. The others?? still mamai lagi. huhu.. bangun, mandi, dan solat. Habis je, terus turun dengan kak zati and nad. Destinasi? mesti la pantai!! hehehe..
saya suka pemandangan di pantai. tapi tak suka mandi pantai. huhu.. just main-main pasir, bergambar, kutip siput. tu je lahhh...



1905hrs
masih di tepi pantai dengan kak zati. tak habis lagi posing,ok. hehe.. sampai terlupa bagi kunci bilik kat cik zaza. kesian depa tunggu lama. huhu..
Dah dekat berbuka. Bergambar puas-puas. Lepas ni dah tak sempat. huhu..
1915hrs
semua dah turun. Naik keta, menuju restoran untuk berbuka. Nad pesan, jangan pilih yang tepi-tepi pantai kalau nak save budget. huhu..so, kami pun ikut la nasihat yang lebih pakar. hehe..nasib baik chef dia masak cepat. tak la lama tunggu. habis licin makan. mengkagumkan! huhu..badan ja kecik. makan banyak,ok. heh.
2000hrs
habis makan, terus gerak ikut plan. where are we going?? Pekan Kuah!! Kak Ayu and Kak Fizah dah tak sabaq-sabaq nak shopping chocolate kat sana. Kami orang kedah, wt derk je la. huhu.. Jauh perjalanan. Dalam perjalanan singgah kat masjid Kedawang untuk solat maghrib. habis solat, teruskan perjalanan sampai pekan kuah.
2110hrs
sampai pekan kuah. Tapi malang bagi Kak Ayu and Kak Fizah, Kedai dah tutup. awal tutup. Tak sempat la nak shopping malam tu. Then, pegi klinik jap. Kak Ayu nak ambik ubat.
leteynya..terjaga dari tido. kak fizah dan kak ayu tengah siap-siap nak p pantai. The others?? still mamai lagi. huhu.. bangun, mandi, dan solat. Habis je, terus turun dengan kak zati and nad. Destinasi? mesti la pantai!! hehehe..
saya suka pemandangan di pantai. tapi tak suka mandi pantai. huhu.. just main-main pasir, bergambar, kutip siput. tu je lahhh...



1905hrs
masih di tepi pantai dengan kak zati. tak habis lagi posing,ok. hehe.. sampai terlupa bagi kunci bilik kat cik zaza. kesian depa tunggu lama. huhu..
Dah dekat berbuka. Bergambar puas-puas. Lepas ni dah tak sempat. huhu..
1915hrs
semua dah turun. Naik keta, menuju restoran untuk berbuka. Nad pesan, jangan pilih yang tepi-tepi pantai kalau nak save budget. huhu..so, kami pun ikut la nasihat yang lebih pakar. hehe..nasib baik chef dia masak cepat. tak la lama tunggu. habis licin makan. mengkagumkan! huhu..badan ja kecik. makan banyak,ok. heh.
2000hrs
habis makan, terus gerak ikut plan. where are we going?? Pekan Kuah!! Kak Ayu and Kak Fizah dah tak sabaq-sabaq nak shopping chocolate kat sana. Kami orang kedah, wt derk je la. huhu.. Jauh perjalanan. Dalam perjalanan singgah kat masjid Kedawang untuk solat maghrib. habis solat, teruskan perjalanan sampai pekan kuah.
2110hrs
sampai pekan kuah. Tapi malang bagi Kak Ayu and Kak Fizah, Kedai dah tutup. awal tutup. Tak sempat la nak shopping malam tu. Then, pegi klinik jap. Kak Ayu nak ambik ubat.
Subscribe to:
Posts (Atom)